Jumat, 14 Juni 2013

Pantai Dato #Majene


Majene kota pantai kecil di Sulawesi Barat. Kota yang
Jalan ke Dato
masih dalam perkembangan. Namun kalau sedang berkunjung sempatkan untuk mampir di salah satu wisata pantainya. Pantai Dato, akses ke pantai yang bisa dibilang murah meriah dan gampang. Ke pantai dato bisa kendaraan pribadi ataupun ojek. Apabila naik kendaraan pribadi persimpangan depan kantor KPP Pratama Majene ambil kanan sekitar 1km dibelah kanan akan ada masjid dan persimpangan jalan tinggal masuk sekitar 300 meter. Apabila naik ojek tinggal menyiapkan ongkos 4rb dari terminal Majene atau Pasar Sentral dan tak butuh waktu lama sekitar 10 menit sampailah di pantai. 

    Pantai yang serasa pantai pribadi itulah yang terbelesit dipikiran pertama kali. Pantai yang seperti difilm “Beach” dengan model teluk dengan pasir putih halus dikelilingi tebing batu karas yang hampir 20 meter tingginya. Disini jangan belum ada rumah, villa, cottage ataupun wahana wisata lainnya. Sepi sunyi, hanya suara deburan ombak yang meramaikan suasana dan angin semilir yang menerpa tubuh secara halus. Snorkling? Bisa saja kalau mau dan asalkan membawa sendiri equipnya. 

    Pantai Dato bertekstur pantai pasir putih dan untuk perairannya sangatlah tenang dengan ombak kecil yang bergantian dengan air yang jernih. Apabila tidak suka berenang atau snorkling Anda masih dapat dipuaskan dengan naik ke atas tebing yang akan disuguhkan pemandangan laut luas nan tenang dengan deburan ombak dibawah kaki Anda. Sayang di pantai yang menakjubkan ini sedikit banyak sampah plastik para pengunjung yang kurang sadar akan kebersihan.
Tebing Karas Timur


Tebing Karas Utara


Tempat terjun bebas

Tempat terjun bebas #2

 
Bisa disewa lho

Ninggal Jejak duluu

Minggu, 02 Juni 2013

MAJENE


Sesampai di kota Majene pertanyaan dalam hati langsung timbul “ini bener kotanya? Kok sepi amat” itulah kesan yang pertama saya dapat ketika menginjakkan kaki di Majene. Jalan kota yang lebar dengan tata kota berpetak petak dengan Jalan Poros Sulawesi yang membelah ditengah tengah. Kota Majene merupakan kota sedang berkembang dengan peradaban yang masih bisa dibilang masih dalam proses pembangunan. Dimana mana gedung baru dibangun baik itu pemerintah maupun pribadi. Sebelah Utara pusat kota merupakan daerah pemukiman dengan dibatasi oleh deretan perbukitan yang menawan sedangkan sebelah selatan merupakan daerah pesisir pantai yang berombak tenang.

Kawasan pesisir
Kawasan perbukitan
Daerah pesisir disini sangatlah menawan dengan air yang masih jernih dan perahu perahu nelayan yang masih bisa dibilang sederhana. Seperti di daerah dermaga barat, disini Anda dapat menikmati Sunrise dan Sunset sambil memancing atau sekedar duduk ngobrol ria bersama teman Anda. Sebelum Dermaga ada terminal Majene adan tempat pelelangan ikan. Kalau Anda suka ikan yang segar disinilah tempatnya sekitar pukul 06.00 WITA tempat lelang ini mulai rame dan tentunya harganya termasuk miring.
Dermaga
Pelelangan ikan

Pasar kaget
Eitss jangan salah kalau malam kamis dan malam minggu di kawasan pertokoan ada semacam pasar kaget ya, disini banyak dijual kebutuhan terutama pakaian.Disini seakan akan kota Majene baru terlihat seperti kota, setiap hari kerja diatas jam 19.00 WITA suasana sudah sunyi tapi pas malam itu semua warga terlihat keluar. Dengan ketelitian dan pengetahuan Anda bisa mendapatkan baju murah tapi kualitas bagus dan untuk mendapatkannya Anda harus “nyakar” alias mengobok obok tumpukan baju tapi disinilah tempat keseruannya..hehehehe 



Malam minggu di kota Majene pun berubah, daerah dermaga yang biasanya sepi pas malam itu penuh dengan anak muda yang hanya sekedar nongkrong maupun pacaran. Disepanjang jalan Poros banyak penjual baik gorengan dan makanan ringan. Mungkin hanya sebatas malam minggu saja Kota Majene melihatkan kehidupan kotanya,kota yang hanya memiliki 2 lampu merah tapi itulah Kota Majene.