Kamis, 15 Agustus 2013

Perjalanan Kita "Pulau Tidung 14-16 Juni 2013"



Oke perjalanan dimulai hari sabtu 15 juni 2013, rencana yang sudah matang dibumbui dengan insiden pribadi jadi makin menarik. Berangkat dari Bintaro pukul 4 pagi  dengan modal motor pinjaman, helm pinjaman, googlemap dan sedikit nekat (akibat belum tahu jalan). Berangkat ngebut pagi buta sambil terus lihat map dan hanya berjalan 1 jam pertama alias kita tersesat..hahahaha jurus paling ampuh pun kita gunakan “Tanya mbah google alias tukang ojek alhasil kitapun dapat arahan “kalau bingung uda ikutin tukang ikan aja” okelah kita ngebut cari tukang ikan takut tidak dapat kapal. Alhamdulillah pukul 6 pagi kita berhasil sampai dengan selamat di Pelabuhan Muara Angke yang menyambut kami dengan bau amisnya.


Rebutan Naik Kapal
Jangan bingung soal parkir motor, sesampai disana Anda akan langsung disambut tukang parkir seperti petugas valet dengan harga 25 ribu untuk 2 hari 1 malam. Tiket sudah didapat dengan harga 35 ribu , eiittsss jangan bayangkan kita naik kapal fery atau sejenisnya ya, kita naik kapal nelayan alias dari kayu dengan 2 lantai tempat duduk bebas sepanjang ada tempat buat naruh pantat aja. Situasi lumayan sesak diawal tapi bias buat tidur diakhir asal penumpang yang lain pada keluar. Perjalanan 2,5 jam samapailah kita di Pulau Tidung meski sangat berbeda dengan ekspektasi saya yang masih asri dan sepi ternyata suasana sangat ramai dengan rumah yang padat.
Suasana dalam Kapal
Setelah berkeliling untuk cari penginapan akhirnya kita dapat setelah dibantu guide local dengan harga 250 ribu untuk 1 ruang 2 kamar. Guide local bernama Masrum, dia menawarkan paket snorkeling  di pulau Payung juga toh kita juga belum tahu mau gimana jadi ikut ikut aja soalnya lumayan murah 150rb 2 orang. Enaknya backpacker gini nih (sering numpang) rombongan orang dapat murah. Snorkeling siang bolong… wiihhh panasnya minta ampun dari jam 1 -3 siang, sangat puas bias main air lagi dan bisa ngajarin dia belajar sedikit nyelam dan lumayan sukses. Puass puaass kami rasakan, setelah snorkeling kami dibawa ke sebuah pulau kecil disana kita beli degan dan maen air lagi dengan hembusan angin yang semilir. 

Naek Getek
Segar kembali detelah minum air kelapa kita dibawa lagi ke ujung timur  pulau Tidung dimana ada Jembatan Cinta, disini pusatnya wahana permainan air, ada banana boat, donat, snorkeling, flyingfish, sofa dan yang murah meriah dan mengundang adrenalin yakni terjun dari Jembatan Cinta itu sendiri. Jembatan yang kira kira tinggi 5-7 meter dan kerennya ternyata dia minta kita terjun bareng padahal aku kira dia bakal takut eh ternyata minta lagi sampe 2 kali dan gara gara waktu yang sudah habis kita harus kembali ke kapal meski ternyata sudah ditinggal duluan. Jalanlah kita ke penginapan yang ternyata tidak terlalu jauh.
Malam hari di pulau Tidung setelah mandi dan beres beres kita tidak langsung istirahat (saying banget) kitapun bersepeda berboncengan keliling pulau Tidung ditutup dengan makan malam dipinggir pantai…romantiss uy..hehehe 
 

Day 2.. kita tidak ikut guide lagi  dan kita mengawali pagi dengan bersepeda ke sisi barat Pulau Tidung, lintasan masih tanah pasir dengan pohon pandan dan kelapa yang masih asri begitu juga dengan pemandangan pantainya. Dari barat kita langsung ke timur sisi Pulau Tidung, yup ke Jembatan Cinta lagi, kali ini kita sengaja untuk main permainan air dan syukurlah susasana masih sepi. Donat air kita pilih dengan harga 35 ribu perorang, bener bener menegangkan sampai si dia yang sangat pemberanipun minta ampun dibkin maneuver oleh guide terhitung 2 kali kita jatuh dan saking kerasnya jatuh pelipis bawah mataku  luka akibat jatuh. 

Suasana sepi sayang kalau dilewatkan, dengan sedikit rayuan dari dia akhirnya kita bisa dapat alat snorkeling Free hahahaha… di Jembatan Cinta ini airnya agak keruh dengan fariasi karang dan ikan yang sedikit berbeda dengan keadaan di Pulau Payung kemaren. Tidak terasa 1 jam kita snorkeling dan waktupun yang memaksa kita untuk selesai demi mengejar kapal balik ke Jakarta dengan  harapan kita bisa kembali lagi kesini suatu saat nanti. 
Say Cheese 
R*TI "OKE"




Superman "Kelelep"
Hmmm Ngapain Tuh

Bersepeda sisi Barat Tidung


Kamis, 01 Agustus 2013

CISANGKUY



Tanggal 7 Juni 2013 untuk kesekian kalinya datang ketempat ini tapi tetap saja tidak pernah ada kata bosan karena inilah kesukaanku. Perjalanan dimulai jumat malam dengan 12 anggota 2 mobil 2 perahu 2 set alat ngarung dan barang pribadi. Mobil truk pak? Hahahaha kita pakai mobil sedan sama (sejenis kijang), dengan ilmu yang memadai semua alat dan orang berhasil dipacking masuk mobil...hahaha. Berangkatlah kita dari Posko Stapala yang rencananya jam 7 terealisasi jam  11 untung Cuma molor 4 jam. Perjalanan dijalan ya gitu gitu aja lha jalan tol semua.
sarapan dulu
nasi (eek) kuning
Jam 4 sampailah kita di start point dengan disambut hawa dingin yang menyergap. Perahu dikembangkan, tenda didirikan, kopi disajikan mantap dah. Jam 6 pagi  pak RT datang memberitahu kita buat laporan ke operator setempat, emang niatnya lapor juga. 3 orang kesana buat nego dan hasilnya trip pertama harus pakai guide dari mereka, dijemput dengan angkot mereka dengan total 270rb meski penuh terpaksaan kita turutin. Trip pertama hanya bisa 5 orang tiap perahu dan mengambil long trip yang berjalan lumayan lancar meski salah satu guide kurang handal (sering salah posisi masuk jeram). Trip pertama saya tidak ikut, eeeiitt jangan salah meskipun saya g ikut bukan berarti nganggur “Selama ada jeram disitulah ada kesenangan”. Karena saya yang paling senior hehehe dimulailah  pendidikan pertama “Renang Jeram” ke junior dengan sedikit penjelasan safety dan motivasi akhirnya merekapun berani. Duk dukk dukkk pantat beradu dengan batu itu sudah biasa ketika renang jeram.
Setelah rombongan trip 1 sampai kita tidak buang waktu lagi, langsung siap sisap untuk berangkat. Trip 2 saya turun. Trip ini saya bilang kepada awak “kita senang senang” banyak manuver masuk jeram dipraktekkan dari masuk mundur, masuk miring, gerakan spinning, goyang jungkat jungkit dilakukan dengan tetap memperhatikan safety. 1 jam akhirnya kita sampai di finish point Jembatan Leuwbingbin.
Trip 3 untuk hari itu diiringi oleh gerimis dan naiknya debit air kira-kira 5 cm. Untuk trip kali ini saya memberanikan untuk membawa 13 awak dengan 2 perahu karena sangat antusiasnya mereka buat turun. 7 orang di Semar dan 6 orang di perahu KAPA. Trip berlangsung seru dengan jeram yang makin menggila.   Saya kali ini hanya sebagai pendamping karena ingin memberi kesempatan yang muda untuk mecoba dan Kawis pun bersedia, semua instruksi dan arahan berhasil dilaksanakan alhasil semua jeram berhasil ditaklukan dengan berbagai manuver. Bangga dan bercampur senang semua keluar diiringi oleh gelak tawa semua awak.
Setelah selasai dan kembali ke camping ground eh ternyata ada Warkamsi yang menunggu untuk mencari pungli alasannya sih asuransi dengan biaya 10 ribu per orang per trip...what the... sungai macam aa ini, berbeda banget dengan tahun lalu. Okelah saya pun coba ngobrol ngobrol dengan nada yang semacam agak memelas dicampur mengelak alhamdulillah akhirnya tidak jadi kena pungli. Malam hari ditutup dengan makan nasi padang yang hanya bertahan 5 menit saja.
Day 2. Kita turun lagi dan fokus kepada awak yang masih muda untuk belajar baik belajar skipper atau manuver dan lagi lagi mereka membuat saya senang dengan antusias mereka untuk belajar. 2 trip berhasil dilakukan dan waktunya untuk berpisah dengan Sungai Cisangkuy. Saya berharap semoga bisa datang lagi san keadaan akan semakin baik.
persiapan (leyeh-leyeh)
SRS (Stapala Rafting Squad)
SRS (Stapala Rafting Squad)