Minggu, 05 Mei 2013

PERJALANAN KE KOTA RANTAU


Sebuah kabupaten baru yang terletak di Sulawesi Barat. Nih koordinatnya 3°32'52"S  118°56'56"E kalau kota terdekat sih Mamuju 107km atau Pare-Pare 71km. Sarana transportasi untuk menjangkau kota majene beragam, dari mobil pribadi, angkutan (panther), atau pun bis dari Makasar. Perjalanan darat dapat dittempuh minimal 7 jam perjalanan. Angkutan bis hanya ada 2 jam operasional dari Makasar dengan tujuan Mamuju yakni pukul 09.00 WITA dan 20.00 WITA dengan kisaran harga 150rb untuk kelas eksekutif. Untuk angkutan  antar kota (panther) yang sangat terkenal itu sebenarnya mobil pribadi segala jenis seperti avanza,zenia ataupun yang lain tetap disebut panther. mereka selalu ada jam berapapun baik yang langsung Majene sebesar 80-100rb atau yang mesti transit tiap kota dan tiap antar kota berkisar 40rb.

Perjalanan sayapun dimulai disini. Dari Jakarta naik pesawat citilink CGK-UPG pukul 01.00 WIB tanggal 15 April 2013 dan WOW itu yang saya pikirkan, bagaimana tidak penumpangnya bias diitung pakai jari serasa pesawat pribadi dah hehehehe (foto citi). Sampai di Makasar pukul 04.00 WITA dan jangan khawatir hampir sama seperti bandara lain pasti banyak angkutan yang menyambut Anda baik ojek,taksi regular, maupun taksi avanza (mobil pribadi) dan untuk semua taksi disini menggunakan untuk tarifnya berdasarkan zona. Zona I- 65rb, Zona 2-100rb, Zona 3-150rb. Dari bandara Anda bisa memilih menggunakan Bis atau Panther untuk ke Majene.  Karena pengen merasakan ketegangan yang dibicarakan orang perjalanan sayapun  memilih naik panther. Gegara saya yang terlalu pagi sekitar jam 05.00 saya sampai di tempat panther mangkal  ternyata panther yang langsung Majene belum datang akhirnya saya memilih yang jalur transit. Panther ini bisa diisi 11 orang  (posisi menyerang) dengan komposisi  4 dibelakang, 4 ditengah, 2 didepan  dan 1 supir.

Oke destiny 1 kota Pare-Pare, disepanjang jalan saya cuma bisa memandang keluar jendela, suasana pedesaan atau kota saya tidak tahu yang mana dengan pemandangan rumah panggung disepanjang jalan diselingi dengan persawahan, perbukitan disebelah kanan dan pemandangan pesisir disebelah kiri.  Jalan yang dilalui hanya ada 1 dan orang menyebutnya  dengan Jalan Poros. Jalan Poros sebelum masuk ke Pare Pare terbuat dari bahan beton dan ada 4 lajur, bayangkan 4 lajur dengan kepadatan kendaraan yang bisa dihitung jari. Top speed itulah yang benar benar saya rasakan, benar benar ngebut si Panther ini sampai sampai berpikir ulang untuk tidur nyenyak…hehehehe. Perjalanan ke Pare-pare memakan waktu 3jam.

 
Dari Pare-Pare saya oper panther lagi dengan jurusan Makasar-Polmas. Disini saya memilih duduk disamping sopir biar lebih greget dan itupun terbukti, sopirnya lebih ganas daripada yang sebelumnya. Meskipun jalur Pare-Pare-Pinrang-Polewali-Majene hanya jalan kecil  2 lajur dengan sedikit naik turun dan tikungan tajam tetap saja sopirnya di top speed. Perjalanan sangat menangkan sekaligus menegangkan bagaimana tidak tikungan tajam top speed dengan depan simpangan dengan kendaraan lain dan sekali sekali tubuh dibuat melayang akibat mobil terganjal di top speed. Sebagai catatan meskipun Anda duduk di samping sopir jangan mengaharapkan adanya sabuk pengaman lho sopirnya aja tidak pakai.

Perjalanan ke Majene dari Pare Pare melewati Pinrang dan Polewali. Disini rumah panggung sudah sangat jarang ditemukan disepanjang jalan dan mulai sedikit modern. Sial bagi saya panther setelah 3 jam perjalanan saya hanya sampai di terminal Polewali saja karena penumpang cuma 2 orang saja. Akhirnya saya pun naik Petepete alias angkot. Dulu petepete didapat dari kata angkutan yang berbentuk bemo meskipun sudah berganti dengan angkot tapi warga masi menyebut Petepete. (foto pete-pete). 1 jam berlalu kok suasana makin sepi, disepanjang jalan rumah mulai jarang beda dengan suasana di Polewali tadi dan alangkah kaget dan herannya saya ketika saya turun didepan Kantor KPP Pratama Majene yang notabenya berada di tengah kota Majene. Untuk cerita tentang kota Majene bakal ada edisi lagi lho.. hehehe
Namanya "Panther"


Pete pete 

Jumat, 03 Mei 2013

KEKASIH LAIN



Mungkin banyak orang akan mencari kekasih alias teman yang disayangi lain ketika mereka menemukan sebuah celah dalam kisah percintaan mereka. Banyak yang berpikiran “Masih muda jangan sia siakan hidupmu hanya untuk bermuram atau galau” atau juga banyak yang orang yang mengartikan hal itu sebuah tantangan dan kebanggan sebagai bentuk luapan dari emosi mereka yang masih dalam tahap pendewasaan. Di suatu titik dimana kamu merasa jenuh akan kehidupan yang seperti itu itu saja, kehidupan yang penuh dengan rutinitas yang monoton meskipun sudah banyak hal yang dilakukan tapi tak membuahkan hasil, atau kamu ingin merasakan hidup dari sisi yang lain. Disinilah banyak terdapat kesalahan dalam pengaplikasiannya, contohnya mencari cewek atau cowok lain, mencari kesibukan lain biar terlihat sok sibuk dimata orang yang tentunya hanya membuat capek. Dan itupun terjadi pada diri saya dimana ketika berada dititik jenuh yang memuncak ditengah kesibukan yang monoton dan sangat membosankan. Disinilah muncul “Kekasih Lain” yang bernama Becky.

Hahahahahha... mungkin agak lebay dengan istilah “Kekasih Lain” yang berupa sebuah aquascape aquarium air tawar. Disini saya hanya ingin meluapkan sedikit emosi saja. Si Becky berukuran 120x60x60cm dengan tebal kaca 10mm. Sebelumnya saya memiliki 1 aquascape tapi sayang ketika saya tinggal Diklat Prajabatan di Manado 1 hari sebelum pulang aquascapenya pecah.



 









Okelah itu aquascape pertama yang tinggal kenangan. Langsung saja kita bahas Si Becky.Emang dasarnya suka yang berhubungan dengan air kalau belum merasa “bener bener puas” masih aja kepikiran dan saatnya ALL OUT. Hampir semua dari aquarium, hardscape, flora dan fauna aku dapat dari Pasar Ikan Gunung Sari Surabaya. Tanggal 24 Maret 2013, setelah semua siap waktunya berekpresi. (hardscape). Penyusunan hardscape menggunakan bantuan stereofoam sebagai alas sebagai pembantu meringankan beban batu didalam aquarium (efek pecahnya aquascape yang pertama tidak memakai stereofoam) selain itu juga biar menghemat penggunaan soil juga (poto hardscape=stereofoam). Pengisian air disini tidak boleh sembarangan karena debit air yang besar bisa merusak hardscape terutama soil, maka saya menggunkan botol aqua dilubangi kecil kecil sekeliling dan diikatkan diujung selang biar keluar efek spray. Seharian berutak atik jadilah Si becky (foto kosong). Disini tidak boleh langsung dimasukkan ikan dan tanaman karena harus ada penyesuaian dulu alias bakteri pengurai biar hidup dulu. 1 minggu kemudian siaplah untuk bercocok tanam. Disini harus membutuhkan ketahan punggung karena tak segampang yang kita bayangkan. Dengan pinset mulailah menanam tanelus sukuran rumput satu persatu...hehehehe


Spec tank     : 120x60x60cm
Filter            : eheim 2217
Hardscape   : golden lava rocks, pasir malang, pupuk ala Saipul
Flora            : tanelus, sagitaria mini, encintrus, green rotala (maaf kalau salah tulis)
Fauna           : 3 keong tanduk, 2 assasin snail, red cerry shrimp, rilly shrimp, amandae, rasbora galaxy
Light           : 2 TL 20 watt sekitar 8 jam sehari

Selain itu ada lagi 1 koleksi saya yang lain tapi belum diberi nama 



Spec tank     :100x45x45cm
Filter            : DIY canister -/+ 1600 ltr/hours
Hardscape   : santigi, fossil rocks, pasir malang, pupuk ala Saipul
Flora            : mini christmasmoss, christmasmoss, flamemoss, spicky moss, anubias nana (bekas aquascape yang pecah yang bisa terselamatkan), tanelus dan encintrus
Fauna           : 3 keong tanduk, 2 assasin snail.angelfish, red eye fish
Light           : 4 lampu ulir 15 watt 8 jam sehari