Sebuah
kabupaten baru yang terletak di Sulawesi Barat. Nih koordinatnya 3°32'52"S 118°56'56"E kalau kota terdekat sih Mamuju 107km atau Pare-Pare 71km.
Sarana transportasi untuk menjangkau kota majene beragam, dari mobil pribadi,
angkutan (panther), atau pun bis dari Makasar.
Perjalanan darat dapat dittempuh minimal 7 jam perjalanan. Angkutan bis hanya
ada 2 jam operasional dari Makasar
dengan tujuan Mamuju yakni pukul 09.00 WITA
dan 20.00 WITA dengan kisaran harga 150rb untuk kelas eksekutif. Untuk
angkutan antar kota (panther) yang
sangat terkenal itu sebenarnya mobil pribadi segala jenis seperti avanza,zenia
ataupun yang lain tetap disebut panther. mereka selalu ada jam berapapun baik
yang langsung Majene sebesar 80-100rb atau yang mesti transit tiap kota dan
tiap antar kota berkisar 40rb.
Perjalanan
sayapun dimulai disini. Dari Jakarta naik pesawat citilink CGK-UPG pukul 01.00
WIB tanggal 15 April 2013 dan WOW itu yang saya pikirkan, bagaimana tidak
penumpangnya bias diitung pakai jari serasa pesawat pribadi dah hehehehe (foto
citi). Sampai di Makasar pukul 04.00 WITA dan jangan khawatir hampir sama
seperti bandara lain pasti banyak angkutan yang menyambut Anda baik ojek,taksi
regular, maupun taksi avanza (mobil pribadi) dan untuk semua taksi disini
menggunakan untuk tarifnya berdasarkan zona. Zona I- 65rb, Zona 2-100rb, Zona
3-150rb. Dari bandara Anda bisa memilih menggunakan Bis atau Panther untuk ke
Majene. Karena pengen merasakan
ketegangan yang dibicarakan orang perjalanan sayapun memilih naik panther. Gegara saya yang terlalu
pagi sekitar jam 05.00 saya sampai di tempat panther mangkal ternyata panther yang langsung Majene belum
datang akhirnya saya memilih yang jalur transit. Panther ini bisa diisi 11
orang (posisi menyerang) dengan
komposisi 4 dibelakang, 4 ditengah, 2 didepan
dan 1 supir.
Oke destiny 1 kota Pare-Pare, disepanjang jalan saya cuma
bisa memandang keluar jendela, suasana pedesaan atau kota saya tidak tahu yang
mana dengan pemandangan rumah panggung disepanjang jalan diselingi dengan
persawahan, perbukitan disebelah kanan dan pemandangan pesisir disebelah
kiri. Jalan yang dilalui hanya ada 1 dan
orang menyebutnya dengan Jalan Poros.
Jalan Poros sebelum masuk ke Pare Pare terbuat dari bahan beton dan ada 4
lajur, bayangkan 4 lajur dengan kepadatan kendaraan yang bisa dihitung jari.
Top speed itulah yang benar benar saya rasakan, benar benar ngebut si Panther
ini sampai sampai berpikir ulang untuk tidur nyenyak…hehehehe. Perjalanan ke
Pare-pare memakan waktu 3jam.
Dari
Pare-Pare saya oper panther lagi dengan jurusan Makasar-Polmas. Disini saya
memilih duduk disamping sopir biar lebih greget dan itupun terbukti, sopirnya
lebih ganas daripada yang sebelumnya. Meskipun jalur
Pare-Pare-Pinrang-Polewali-Majene hanya jalan kecil 2 lajur dengan sedikit naik turun dan tikungan
tajam tetap saja sopirnya di top speed. Perjalanan sangat menangkan sekaligus
menegangkan bagaimana tidak tikungan tajam top speed dengan depan simpangan
dengan kendaraan lain dan sekali sekali tubuh dibuat melayang akibat mobil
terganjal di top speed. Sebagai catatan meskipun Anda duduk di samping sopir
jangan mengaharapkan adanya sabuk pengaman lho sopirnya aja tidak pakai.
Perjalanan
ke Majene dari Pare Pare melewati Pinrang dan Polewali. Disini rumah panggung
sudah sangat jarang ditemukan disepanjang jalan dan mulai sedikit modern. Sial
bagi saya panther setelah 3 jam perjalanan saya hanya sampai di terminal
Polewali saja karena penumpang cuma 2 orang saja. Akhirnya saya pun naik
Petepete alias angkot. Dulu petepete
didapat dari kata angkutan yang berbentuk bemo meskipun sudah berganti dengan
angkot tapi warga masi menyebut Petepete. (foto pete-pete). 1 jam berlalu kok
suasana makin sepi, disepanjang jalan rumah mulai jarang beda dengan suasana di
Polewali tadi dan alangkah kaget dan herannya saya ketika saya turun didepan
Kantor KPP Pratama Majene yang notabenya berada di tengah kota Majene. Untuk
cerita tentang kota Majene bakal ada edisi lagi lho.. hehehe
![]() |
| Namanya "Panther" |
![]() | |
| Pete pete |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar